iPusnas, Aplikasi Seru untuk Buibu Pecinta Buku [UPDATED]

ipusnas
Perpustakaan Nasional RI ♡ semestaibu.com

Kabar gembira untuk Buibu yang hobi baca ebook. Ini dia, review aplikasi idaman para pecinta buku: iPusnas! Apa saja fiturnya? Simak, yuk.

***

Di hadapan buku, kita terbagi menjadi tiga golongan, yaitu:

Satu. Orang yang suka membeli buku dan membacanya. Tipikal intelektual yang kafah dan tidak neko-neko.

Dua. Orang yang suka beli buku, tapi dibiarkan bertumpuk-tumpuk dan tidak dibaca-baca atas berbagai alasan. Sebut saja, tsundoku, a.k.a bibliomania. Mereka tipikal horang kayah yang dicintai oleh penerbit dan pemilik toko buku.

Tiga. Orang yang suka baca, tapi tidak suka beli buku. Biasanya, mereka meminjam buku dari teman, memburu ebook, atau ngedeprok di pojok-pojok Gr4medi4. Alasannya macam-macam. Bisa jadi karena tidak ada uang, karena menganut minimalisme, atau karena mencintai pepohonan. Ya, macam-macamlah pokoknya.

Tapi … kepada golongan yang ketiga, saya mau salaman dulu. Xixixi~

Saya mengalami evolusi. Dari golongan pertama ketika kuliah, menjadi golongan kedua ketika bekerja. Lalu, kini tergabung di golongan ketiga, ketika jadi Buibu yang tiap hari kerjaannya main ucang-ucang angge sama bocah.

Zaman berubah, apalagi manusia.

Baca juga: 5 Drama Korea Paling Seru yang Buibu Banget

Karena itu, saya sangat bahagia ketika menemukan aplikasi iPusnas. Saya bisa melihat-lihat buku tanpa perlu keliling toko buku. Dan, yang terpenting, saya bisa membaca puluhan ribu buku digital secara legal, tanpa perlu membelinya.

Perpustakaan dalam genggaman tangan!

What a wonderful life.

© Perpustakaan Nasional RI

Sekilas tentang iPusnas

iPusnas adalah aplikasi Android berupa perpustakaan virtual, yang menjadi versi digital dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI). iPusnas terwujud atas hasil kerja sama Perpusnas RI dan pengembang Aksamaraya.

Kalau Buibu ingat, pengembang yang sama juga membuat Moco, aplikasi baca buku yang sekarang sudah pensiun.

Apa saja fitur yang ada di iPusnas?

Secara umum, ada 5 fitur utama yang mendukung utilitas iPusnas, yaitu:

1. Collection

Begitu membuka aplikasi iPusnas, Buibu akan berhadapan dengan halaman utama berjudul “Collection”. Isinya puluhan ribu koleksi buku iPusnas yang terpampang secara random.

Kira-kira, sama rasanya ketika Buibu masuk ke perpustakaan dan disambut oleh deretan rak buku yang entah-apa-isinya. Buibu bisa saja menemukan buku yang menarik ketika nge-scroll, tapi tidak saya anjurkan. Mending langsung ke fitur pencarian buku saja.

Oiya, semua buku terbitan Indonesia, ya. Jadi, kalau Buibu termasuk anak gaul Periplus, bisa jadi kurang excited sama koleksinya. Xixixi~

Halaman aplikasi ipusnas
Collection & ePustaka

2. ePustaka

Fitur utama selanjutnya, ada ePustaka. Berupa folder berisi katalog buku, dengan “Popular” sebagai katalog utama yang menampung lebih dari 50 ribu judul buku.

ePustaka yang lain, semacam pojok baca yang biasanya jadi pemanis di perpustakaan biasa. Ada pojok baca Presiden, Wakil Presiden, Mendikbud, Najwa Shihab selaku Duta Baca Indonesia, donatur, dan pejabat-pejabat lain yang terkait.

Btw, Buibu juga bisa lihat buku-buku yang baru diunggah, dengan membuka katalog “Popular”. Siap-siap girang deh, kalo tiba-tiba ada serbuan buku baru dari Gramedia, Kompas, Bentang, YOI, dan penerbit besar lainnya.

3. Feed

Seperti lini masa di media sosial. Buibu bisa lihat buku-buku yang baru saja dipinjam orang, dalam setiap detik. Kali aja ada yang menarik dan bisa ikutan pinjam.

Buibu juga bisa berkomentar dan memberi like. Tapi … tidak penting sih, ngapain juga. Xixixi~

Halaman aplikasi ipusnas
Feed & Conectivity

4. Konektivitas

Buibu dapat terhubung dengan pengguna iPusnas lainnya melalui fitur-fitur yang dibuat ala media sosial. Bisa follow-follow, kirim rekomendasi buku, kirim pesan, dan tulis ulasan buku seperti di Goodreads.

Kalau mau cari teman baru, bisa juga Buibu lihat daftar pembaca di buku yang Buibu sukai, terus follow akun random. Xixixi~

Kata Lemony Snicket, “I’m not a stranger,” I said, and pointed to his book. “I’m someone who reads the same authors you do.”

5. Bookshelf

Bisa dibilang, halaman “Bookshelf” ini jadi halaman paling penting di iPusnas.

Rak buku virtual ini akan terisi ketika Buibu sudah pinjam buku atau lagi antri buku. “Bookshelf” terdiri dari: buku yang lagi dipinjam di “Books Borrowed”, buku yang sedang dalam antrian di “Wishlist”, dan riwayat peminjaman di “History”.

Halaman aplikasi ipusnas
Books Borrowed – Wishlist – History

Bagaimana cara pinjam buku di iPusnas?

Mekanisme pinjem buku di iPusnas ini simpel banget, yaitu:

  1. Pilih buku yang diinginkan, lalu cek jumlah copy.
  2. Apabila buku tersedia, klik “Borrow”, lalu ikuti instruksi selanjutnya. Jika buku habis, ya terpaksa antri, klik “Queue”.
  3. Setelah proses peminjaman, buku akan terunduh secara otomatis ke “Bookshelf”, dan dapat dibaca secara daring (online) maupun luring (offline) di aplikasi iPusnas.
Halaman aplikasi ipusnas
Borrow & Queue

Ketentuan peminjaman buku di iPusnas:

  • Buku yang Buibu pinjam, akan bertahan selama 5 hari di “Books Borrowed”, sebelum menghilang dan masuk ke “History”. Kalau sudah di “History”, ya tidak apa-apa, tinggal pinjam lagi aja, Buibu.
  • Satu hari hanya bisa pinjam 5 buku. Jadi pikir-pikir dulu kalau sekadar mau lihat-lihat, ya.
  • Maksimal, hanya 10 buku yang tersimpan di “Books Borrowed”.

Keunggulan aplikasi iPusnas

Sebagai perpustakaan virtual, ada empat keunggulan iPusnas yang paling kentara, yaitu:

  • Koleksi buku yang cukup lengkap, mencapai lebih dari 50 ribu judul buku. Mulai dari Tere Liye sampai Nukila Amal. Mulai dari Yusuf Qardhawi sampai Jared Diamond pun ada.
  • Mekanisme peminjaman yang simpel. Pokoknya iPusnas ini user friendly banget, Buibu. Cocok buat kaum anti ribet ribet club.
  • Tampilan sederhana. Tidak ada aneh-aneh, dan mudah dieksplorasi.
  • Tidak ada iklan, maupun pop-up. Udah jelas ini sih. Xixixi~

Sebenarnya, keunggulan di atas sudah cukup membuat iPusnas jadi aplikasi andalan untuk cari buku terbitan dalam negeri. Karena, fitur-fitur di atas telah mencakup kriteria prioritas untuk sebuah aplikasi baca buku.

Jadi, tidak perlu fokus ke kekurangan, kita langsung beralih ke saran pengembangan aja, ya.

Saran pengembangan aplikasi iPusnas

Kalau lihat ulasan di Playstore, cukup banyak yang ngasi bintang 1—3, karena aplikasi sering error atau ketutup tiba-tiba. Sebagian fitur di iPusnas juga masih terasa sangat mentah, dan akan lebih baik kalau iPusnas:

  • Punya fitur bookmark buku. Jadi, sebaiknya, “Wishlist” tidak hanya berisi buku yang lagi antri karena kehabisan stok, tapi juga buku yang pingin dipinjam nanti. Soalnya sehari cuma boleh pinjam 5 buku, kan. Karena tidak ada fitur bookmark, terpaksa deh bikin catatan khusus untuk nyimpen link buku-buku.
  • Memperbaiki fitur pencarian, karena masih sering tidak sinkron antara database dan hasil pencarian. Dicari gak ada, tapi pas lihat “Feed”, ada orang yang pinjam. Lhahee.
  • Membuat fitur “search by”, agar tidak hanya bisa mencari via judul buku atau penulis, melainkan juga penerbit. Kalau bisa sih, nama penulis/penerbit di keterangan buku, nge-link ke semua buku dari penulis/penerbit yang sama.
  • Media sosial yang lebih fungsional. Kalau sekarang sih, linimasa isinya aktivitas semua pengguna iPusnas, bukan cuma akun yang kita follow. Kalau gitu, follow-follow buat apaan dah? Xixixi~
  • Ada informasi aktual, berisi daftar buku yang paling banyak dipinjam (trending harian, mingguan, sampai bulanan), buku yang baru diunggah, dan buku rekomendasi admin iPusnas.

Sudah sih, itu aja. Saya yakin iPusnas sudah sangat berjasa bagi orang-orang golongan tiga.

Saya harap, iPusnas tetap menjadi aplikasi yang sederhana, bersahaja, dan bijaksana.

Lebih baik begini, minim distraksi. Meski tidak sempurna, tidak apa-apa. Kami tetap cinta. Xixixi~

Salam sayang buat pengembang iPusnas,

Ibu En ♡

Tuliskan pendapat Anda di sini. :)