Berapa Perkiraan Tinggi Badan Anak Ketika Dewasa? Hitung, Yuk!

mengukur tinggi badan
Berapa tinggi anak ketika dewasa? ♡ semestaibu,com

Kampanye tentang pencegahan stunting lagi hits banget di mana-mana. Akibatnya, banyak Buibu yang penasaran ingin menghitung tinggi badan optimal anak saat balita, dan perkiraan tinggi akhir anak ketika dewasa.

Terlebih, terdapat amanat besar dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 42 Tahun 2013, Tentang Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi yang diimplementasikan dalam Gerakan Nasional 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Sangat diharapkan, segenap Buibu yang baik hati di seluruh Indonesia, berkenan membantu bangsa kita terbebas dari masalah balita berperawakan pendek akibat malnutrisi a.k.a stunting.

Baca juga: Tanya Jawab Seputar Stunting dan 1000 Hari Pertama Kehidupan

Karena … ya kita sama-sama tahu. Saat ini, orang-orang asli Indonesia masih berukuran fisik lebih kecil dibandingkan pemain film Hollywood dan Premier League, bukan?

Padahal, meskipun ada faktor genetik yang berperan, ternyata masalah tinggi badan ini bisa diperbaiki secara berkelanjutan, dari generasi ke generasi, Buibu.

Apakah anak bisa tumbuh lebih tinggi dari orang tuanya?

Bisa dong!

Jadi … misalnya, Ibu Ketumbar yang tingginya 147 cm menikah dengan Pak Kluwek yang tingginya 159 cm. Umumnya, orang beranggapan, anak mereka akan bertubuh mungil juga kan?

Hm, meski anggapan itu tidak sepenuhnya salah, tapi juga tidak sepenuhnya benar. Karena, ternyata anak dari Ibu Ketumbar dan Pak Kluwek memiliki potensi tinggi badan yang dapat dioptimalkan, dengan asupan nutrisi yang cukup. Terutama, jika anak mereka laki-laki.

Rumus Menghitung Tinggi Badan Anak Ketika Dewasa

Buibu dapat menghitung perkiraan tinggi akhir anak ketika dewasa, dengan rumus berikut ini:

Mengukur tinggi anak ketika dewasa
Rumus menghitung perkiraan tinggi akhir anak ketika dewasa [1]

Untuk menghitung tinggi potensi genetik (TPG) dengan lebih mudah, Buibu juga dapat menggunakan kalkulator dari IDAI:

Kalkulator Tinggi Potensi Genetik (TPG)

Pada contoh kasus sebelumnya, Buibu dapat menggunakan rumus dan kalkulator di atas untuk menghitung perkiraan tinggi akhir anak Ibu Ketumbar dan Pak Kluwek ketika dewasa, yaitu:

  • Anak laki-laki: ((159+147+13)/2) ± 8,5 = 157—168 cm
  • Anak perempuan: ((159-13+147)/2) ± 8,5 = 138—155 cm

Wah, lumayan, kan? Meski tinggi badan Ibu Ketumbar hanya 147 cm dan Pak Kluwek hanya 159 cm, anak perempuan mereka bisa setinggi 155 cm dan anak laki-laki bisa mencapai 168 cm.

Nantinya, jika perempuan yang mencapai tinggi 155 cm itu berjodoh dengan laki-laki setinggi 167 cm, anak mereka akan memiliki tinggi optimal 163 cm (anak perempuan) dan 176 cm (anak laki-laki).

Dan lalu, jika seluruh Buibu dan Pakbapak di Indonesia mau bahu-membahu mengoptimalkan tinggi badan anak masing-masing, secara berkelanjutan, kita akan memiliki bangsa yang semakin tinggi dari generasi ke generasi. Yeaaay!

Tapi … ada yang perlu diingat, Buibu.

Bonus berupa potensi tinggi genetik sekitar 8,5 cm itu hanya bisa kita capai, jika kebutuhan dasar anak di masa tumbuh kembang, terutama dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), telah tercukupi.

Karena, Tinggi Potensi Genetik (TPG) hanya salah satu cara untuk memprediksi tinggi akhir, dengan mempertimbangkan tinggi badan kedua orang tua. Sementara di sisi lain, masih ada beragam faktor yang dapat memengaruhi tinggi badan anak ketika dewasa, antara lain:

  • status gizi
  • panjang badan ketika lahir
  • gangguan hormon pertumbuhan
  • kelainan atau penyakit
  • pubertas
  • dan sebagainya.

Oleh sebab itu, berkaitan dengan angka stunting di Indonesia yang terbilang cukup tinggi, Gerakan Nasional 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) berfokus pada persoalan nutrisi ibu hamil dan anak usia 0—2 tahun.

Nah, sekarang kita tinjau, asupan nutrisi seperti apa sih yang dapat mengoptimalkan tinggi badan anak?

Yuk, simak!

Optimalkan Tinggi Badan Anak dengan Nutrisi di 1000 Hari Pertama Kehidupan

***

Sumber:

  1. Panduan Praktik Klinis IDAI (2017): Perawakan Pendek pada Anak dan Remaja di Indonesia

Tuliskan pendapat Anda di sini. :)